Penolakan Darul Ulum Deoband terhadap Ruju' Pertama Maulana Saad

Berikut ini adalah terjemahan surat yang dikeluarkan oleh Darul Ulum Deoband pada 8/12/2016, hanya dua hari setelah mereka mengeluarkan Fatwa pertama mengenai Maulana Saad pada 6/12/2016.

Surat asli berbahasa Urdu:

Fatwa Deoband 2016 – M Saad harus melakukan Ruju'Unduh

[Terjemahan] Ruju' Maulana Muhammad Saad Kandhlawi dan Surat Balasan dari Darul Ulum

Darul Ulum Deoband tidak puas dengan surat Ruju' pertama dari Maulana Muhammad Saad Saheb. Surat ini dikirim sebagai tanggapan atas sikap bersama (Fatwa) Darul Ulum Deoband. Darul Ulum memutuskan untuk mengeluarkan sikap bersama mereka dan menyampaikannya kepada Maulana Muhammad Saad Saheb melalui sebuah surat. Pada awalnya, mereka tidak menganggap perlu untuk mempublikasikan surat Ruju' Maulana Saad beserta tanggapan mereka yang menunjukkan ketidakpuasan tersebut. Namun, karena beberapa pejabat dari Nizamuddin kini telah mempublikasikan sebuah bantahan, Darul Ulum harus mempublikasikan surat ini. Surat ini menjelaskan mengapa mereka tidak puas dan memperjelas status Ruju' Maulana Saad.

Kami mempublikasikan tulisan Ruju' Maulana Muhammad Saad Saheb dan surat Darul Ulum di bawah ini. Kami akan membagikan rincian lebih lanjut nanti jika diperlukan.

Surat Penolakan Darul Ulum Deoband

Assalamualaikum WRWB,

Dari: Abu al-Qasim Nomani, Ketua Darul Ulum Deoband

Kepada: Maulana Muhammad Saad Saheb, semoga Allah menganugerahkan kepada kami dan Anda apa yang Dia cintai dan ridhai,

Semoga kedamaian, rahmat, berkah, dan karunia Allah senantiasa menyertai Anda. Kami berharap semuanya baik-baik saja.

Setelah membaca surat Anda, kami pada awalnya merasa senang. Harapan kami adalah bahwa jika salah satu di antara kita melakukan kesalahan dalam agama Allah atau dalam menghormati pribadi-pribadi pilihan-Nya karena kelalaian atau kekeliruan, kita seharusnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperbaikinya tanpa penundaan. Awal surat Anda memberikan kesan ini, yang sangat berharga. Namun, kesan positif ini memudar menjelang akhir surat Anda.

Di akhir surat Anda, Anda menulis: "Dibandingkan dengan hal-hal di atas, karena adanya kelalaian atau kecerobohan dalam tutur kata atau kurangnya pertimbangan atas seluruh hikmah pada saat pernyataan itu disampaikan, kekurangan dalam penyampaian tersebut telah menimbulkan sejumlah kesalahpahaman di kalangan para penanggung jawab pusat keagamaan Anda yang terhormat, saya, dan rekan-rekan saya. Saya menganggap kesalahpahaman semacam itu sangat disesalkan dan menganggapnya sebagai bentuk ketidaksediaan bekerja sama dengan upaya Dakwah yang penuh berkah beserta Markaznya" (dalam kata-katanya sendiri).

Pertama, sikap Darul Ulum Deoband tidak hanya didasarkan pada pernyataan-pernyataan lama Anda. Pernyataan-pernyataan terbaru juga menjadi bagian darinya. Selain beberapa bagian kutipan, sisanya berasal dari masa yang lebih baru.

Kedua, pernyataan-pernyataan terbaru Anda telah mendorong kedekatan dengan Madrasah, ulama, dan orang-orang Allah. Namun, Anda tidak menyebutkan penarikan kembali atau bantahan atas pernyataan-pernyataan yang dipertanyakan tersebut.

Ketiga, bagian akhir surat Anda dengan jelas menunjukkan bahwa Anda meyakini Fatwa Darul Ulum Deoband ini (yang dikirim bersama surat panjang ini) muncul dari kecurigaan dan ketidaksediaan bekerja sama dengan kerja Dakwah beserta Markaznya. Ini sepenuhnya keliru. Fatwa-fatwa tidak dikeluarkan atas dasar kecurigaan. Fatwa dikeluarkan untuk menjelaskan Syariat.

Anda perlu mengetahui bahwa dalam istilah keilmuan dan Syariat, "kecurigaan dan ketidakpercayaan" merujuk pada penilaian yang dibuat tanpa bukti. Apabila didasarkan pada bukti, hal itu bukanlah kecurigaan. Fatwa dan sikap Darul Ulum Deoband ini didasarkan pada pernyataan-pernyataan Anda yang jelas. Jadi, menyebutnya sebagai "kecurigaan" justru merupakan bentuk kecurigaan itu sendiri.

Meski demikian, karena Anda berasal dari keluarga keilmuan dan keagamaan yang terkenal serta memiliki hubungan keturunan dengan Dakwah dan Tabligh, fatwa ini telah memberikan Anda manfaat keraguan (benefit of the doubt). Namun Anda menafsirkan hal ini sebagai kecurigaan. Hubungan Darul Ulum Deoband dengan Jamaah Tabligh serta kerja samanya dengan kegiatan-kegiatan pendidikan Jamaah Tabligh sudah jelas dan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Selanjutnya, di akhir surat Anda di bawah bagian "catatan", Anda menulis bahwa meskipun pengetahuan Anda terbatas, Anda akan berusaha mengirimkan informasi dan referensi keilmuan lebih lanjut terkait keberatan-keberatan atas pernyataan Anda. Hal ini menunjukkan bahwa Anda masih meyakini pendapat-pendapat Anda benar dan ingin memberikan argumen untuknya. Untuk menghindari korespondensi panjang yang tidak perlu, kami kini berencana mengirimkan sikap bersama Darul Ulum Deoband kepada Madrasah-Madrasah, ulama, dan anggota masyarakat yang serius. Hal ini akan melindungi kerja kelompok yang penuh berkah ini dari pemikiran-pemikiran yang keliru serta menjaga kebermanfaatannya dan kepercayaan para ulama sejati.

[Akhir Surat]