Apakah Maulana Saad pernah keluar khuruj? Menurut banyak sumber terpercaya, Maulana Saad tidak pernah keluar khuruj dalam Jamaah selain menghadiri Ijtima/Safar para Elders. Dalam Islam, keluar khuruj dalam Jamaah bersama Jamaah Tabligh bukanlah wajib, namun jika seseorang menyatakan dirinya sendiri sebagai Amir dari usaha dakwah global ini, maka penting baginya untuk menghabiskan waktu di Jalan Allah agar memahami usaha ini.
Menurut Maulana Saad, pergi selama 40 hari dalam Jamaah adalah Fardhu. (Lihat tautannya di sini). Pernyataan ini keliru dan bertentangan dengan pendapat mayoritas Ulama. Namun demikian, ia sendiri belum pernah keluar khuruj.
Kami membagikan hal ini karena kami meyakini kerugian yang ditimbulkannya terhadap Jamaah Tabligh, agar para pembaca mengetahui persoalan ini.
Catatan Tambahan: ungkapan 'Jalan Allah' atau dalam bahasa Arab 'Khuruj Fi Sabeelillah' dalam Islam merujuk pada konteks yang lebih luas, namun ketika Jamaah Tabligh (atau kami) menggunakannya, maksudnya adalah konteks keluar dalam Jamaah selama sejumlah hari tertentu sebagaimana yang ditetapkan oleh Jamaah Tabligh.
LIHAT: Mengapa Jamaah Tabligh Terpecah?
Berikut adalah 3 bukti dan kesaksian bahwa Maulana Saad belum pernah keluar khuruj dalam Jamaah:
#1 – Kesaksian Haji Abdul Wahab
Haji Abdul Wahab, Amir Pakistan, memberikan kesaksian pada tanggal 11 November 2017 di Ijtima Raiwind di hadapan sekitar 500 penanggung jawab dari seluruh dunia. Berikut ini adalah sebagian dari bayan yang lebih panjang:
Kalian semua (merujuk pada orang-orang Markaz Nizamuddin) harus bertaubat. Kalian semua jangan pergi ke Nizamuddin (Markaz). Nizamuddin (Markaz) sudah tidak sama lagi. Nizamuddin sekarang berada di bawah kendali orang-orang yang belum pernah keluar di Jalan Allah (Jamaah). Maulana Saad sendiri belum pernah keluar khuruj sekalipun 40 hari dalam Jamaah.
Haji Abdul Wahab, Raiwind 2017
Video YouTube berikut ini adalah bukti dari hal tersebut.
Sangat sulit dibayangkan bahwa Haji Abdul Wahab berbohong. Beliau adalah seorang yang saleh yang telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk usaha dakwah.
Sangat sulit dibayangkan bahwa Haji Abdul Wahab berbohong
Beliau wafat pada tanggal 18 November 2018. Kami telah menulis biografi mengenai beliau di sini.
#2 – Kesaksian Seorang Warga Mewat – Apakah Maulana Saad pernah keluar khuruj dalam Jamaah?
Menurut Chaudhry Amanatullah, seorang warga Mewat yang merupakan anggota Syura Madrasah Markaz Nizamuddin (Lihat tulisannya di sini):
Ia (Maulana Saad) tidak pernah keluar khuruj dalam Jamaah (Jalan Allah) dan bahkan tidak menganggap hal itu perlu setelah dirinya dimasukkan ke dalam Syura lima anggota Nizamuddin
Chaudhry Amanatullah, Anggota Syura Madrasah Nizamuddin
#3 Khadim Maulana Saad: Apakah Maulana Saad pernah keluar khuruj dalam Jamaah?
Maulana Yaseen adalah Khadim Maulana Saad dari tahun 1996 hingga 2013 (17 tahun). Ia mengenal Maulana Saad luar dalam.
Lihat tautan video YouTube berikut (URDU dan MELAYU) pada menit 7:43 di mana ia menyebutkan bahwa Maulana Saad bahkan belum pernah keluar khuruj 1 hari pun dalam Jamaah.
Maulana Saad bahkan belum pernah keluar khuruj 1 hari pun dalam Jamaah
Maulana Yasin (mantan Khadim Maulana Saad selama 17 tahun)
Maulana Yaseen sedang menjawab pertanyaan dari saudara-saudara yang mencari kejelasan pada saat Ijtima Sabah Malaysia.

