Pergi dalam Jamaah / Khuruj

Pergi dalam Jamaah (juga dikenal sebagai Khuruj di Jalan Allah) melibatkan perjalanan bersama dalam kelompok kecil saudara Muslim, biasanya berkisar antara 3 hingga 10 orang, ke sebuah Masjid atau lokasi yang telah ditentukan. Selama waktu ini, anggota terlibat dalam Dakwah (mengajak orang lain kepada Islam), Talim (mengajar dan belajar), Ibadah (shalat) dan Khidmat (pelayanan).

*Khidmat (pelayanan) umumnya merujuk pada pekerjaan memasak dan membersihkan untuk Jamaah. Anggota Jamaah yang berpengalaman akan bergiliran melakukan Khidmat.

Seluruh program Khuruj berfungsi sebagai program perbaikan diri dan membangkitkan kembali spiritualitas melalui kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan.

Mengapa pergi dalam Jamaah?

Pergi keluar dalam Jamaah adalah salah satu perjalanan yang paling membangkitkan spiritualitas yang dapat dilakukan seseorang di zaman sekarang ini. Alhamdulillah, banyak saudara telah mengalami kebangkitan mendalam dalam Iman (keimanan kepada Allah) melalui perjalanan-perjalanan ini. Di dunia di mana orang-orang kehilangan keimanan kepada Allah, kemanusiaan, dan harapan itu sendiri, pergi dalam Jamaah adalah salah satu cara terbaik untuk membangkitkan kembali keimanan mereka kepada Allah SWT.

Jumlah rata-rata orang dalam satu Jamaah bervariasi antar negara, namun Jamaah dengan 7 anggota umumnya dianggap sebagai 'ukuran standar'.

Mengapa Jamaah begitu efektif?

Ketika kita pertama kali dilahirkan ke dunia ini, kita tidak berdaya, bergantung, dan tidak seorang pun mengenal kita. Seiring berjalannya waktu, kita menjadi lebih kuat, meraih lebih banyak status duniawi, merasa lebih mandiri, dan percikan-percikan kesombongan mulai memasuki hati kita. "Pencapaian" ini di mata Allah, tidak lebih dari sebuah rumah kartu, dengan satu sentilan dari Allah, segalanya dapat runtuh.

Pergi keluar dalam Jamaah membuat kita kembali ke akar kita. Kita tidak lebih dari sekadar hamba yang bergantung kepada Allah Yang Maha Mandiri. Dalam Jamaah, kita pergi sebagai orang biasa, tidur sebagai musafir, makan bersama, dan sebagainya. Semua orang sama. Ketika melakukan Gasht (mengunjungi sesama Muslim), kita belajar untuk bertemu orang-orang yang tidak dikenal dengan kerendahan hati semata-mata karena Allah.

Keikhlasan (Ikhlas) dan kesederhanaan adalah landasan mengapa Jamaah begitu efektif dalam mengubah kehidupan seseorang. Dalam Jamaah kita belajar bagaimana menyenangkan Pencipta kita dengan memenuhi tanggung jawab kita sebagai Muslim. Pada akhirnya kita harus meyakini dengan teguh bahwa Allah SWT adalah pelaku dari segala sesuatu.

Berapa lama durasi Jamaah?

Bagi pemula, Jamaah 3 hari adalah yang terbaik. Kita mendedikasikan 3 hari penuh di sana.

Namun, tersedia juga berbagai durasi Jamaah lainnya. Durasi yang umum adalah:

  • Jamaah 1 hari
    Jamaah ini khusus untuk pelajar SMA / mahasiswa. Pelajar bebas menghabiskan waktu lebih dari satu hari, tetapi ini adalah durasi yang dianjurkan.
  • Jamaah 3 hari
    Ini adalah Jamaah terbaik bagi pemula. Jamaah ini biasanya menginap di Masjid-masjid terdekat selama akhir pekan. Para profesional yang bekerja mungkin kesulitan mengambil cuti hari Jumat dan boleh memulai pada Jumat sore, sehingga Jamaah menjadi 2 hari, bukan 3 hari.
  • Jamaah 10 hari
    Jamaah ini biasanya diselenggarakan pada hari libur umum/kerja. Mereka mungkin bepergian ke lokasi yang sedikit lebih jauh. Ini biasanya diselenggarakan bagi para profesional yang tidak dapat mengambil cuti 40 hari dari pekerjaan. Ini juga merupakan Jamaah yang umum selama Ramadhan.
  • Jamaah 40 hari
    Ini adalah Jamaah panjang standar. Jamaah ini biasanya bepergian ke negara bagian lain dalam negara mereka sendiri atau ke negara-negara tetangga.
  • Jamaah 2 bulan
    Ini adalah Jamaah yang bepergian ke negara-negara jauh. Durasi standarnya adalah 4 bulan, tetapi terkadang karena keterbatasan tertentu, Jamaah 2 bulan lebih dipilih. Jamaah 2 bulan juga merupakan durasi terpanjang yang diizinkan untuk Jamaah Masturat (perempuan).
  • Jamaah 4 bulan
    Ini adalah Jamaah yang bepergian ke negara-negara jauh. Anggota yang pergi selama 4 bulan untuk pertama kalinya dianjurkan untuk pergi ke India, Pakistan, atau Bangladesh untuk mempelajari gerakan ini di sana di mana ia lebih mapan.
  • Jamaah 7 bulan
    Ini adalah pengaturan khusus untuk Jamaah Luar Negeri Pakistan yang didirikan oleh Maulana Yusuf (Amir Tabligh kedua Daftar Amir Jamaah Tabligh).
  • Jamaah 1 tahun
    Ini adalah Jamaah khusus yang diselenggarakan untuk Ulama (Cendekiawan Islam). Ulama yang telah menyelesaikan studinya dianjurkan untuk menghabiskan Jamaah selama durasi ini.

Apa yang terjadi selama Jamaah?

Berikut adalah daftar garis besar kegiatan yang terjadi dalam sebuah Jamaah dari awal hingga akhir.

#1 Mendengarkan Hidayat Bayan

Hidayat Bayan (Ceramah) adalah titik awal sebuah Jamaah. Ini adalah kegiatan pertama dalam sebuah Jamaah. Ini adalah ceramah 'Pengarahan/Instruksi' yang diberikan sebelum sebuah Jamaah berangkat di Jalan Allah. Orang yang memberikan Hidayat Bayan umumnya ditunjuk melalui Musyawarah.

Sebuah Jamaah dimulai dengan mengumpulkan semua peserta pada waktu dan lokasi yang telah disepakati, biasanya di sebuah Markaz Jamaah Tabligh.

Hidayat Bayan biasanya menguraikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama dalam Jamaah (12 Usul - Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Jamaah).

#2 Menentukan ke mana Jamaah harus pergi (jika belum ditentukan)

Setelah Hidayat Bayan, jika tujuan belum ditentukan, Zimmedar setempat atau Syura akan menentukan ke mana Jamaah harus pergi. Beberapa Markaz memiliki 'Tashkeel Jamaah' yang menentukan ke mana Jamaah harus pergi. Mereka akan menyampaikan tujuan ini kepada Zimmedar yang memutuskan. Bergantung pada kesesuaian Jamaah (dari segi keuangan, pengalaman, dan lain-lain), Zimmedar akan memutuskan rute. Rute ini sering disebut sebagai tempat/rute 'Tashkeel'

#3 Menunjuk Amir

Selanjutnya, seorang Amir (pemimpin) untuk Jamaah akan ditunjuk. Setiap anggota akan memberikan pendapatnya tentang siapa yang sebaiknya menjadi Amir, dan Syura atau Zimmedar setempat akan membuat keputusan.

Setelah ditunjuk, Amir akan terlebih dahulu bermusyawarah (melakukan Musyawarah) dengan anggota lain tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Persiapan perjalanan dan biaya yang diperlukan biasanya dibahas terlebih dahulu.

#4 Berangkat menuju tempat Tashkeel

Setelah persiapan selesai, Jamaah kemudian akan berangkat menuju tempat Tashkeel (tujuan). Jamaah akan berusaha untuk bepergian bersama-sama sebagai satu kelompok.

#5 Menginap di tempat Tashkeel

Bergantung pada Musyawarah setempat, sebuah Jamaah biasanya akan menginap di tempat Tashkeel selama 2 hingga 4 hari, dengan 3 hari sebagai durasi standar.

Tempat menginap mungkin tidak selalu berupa Masjid, karena beberapa Masjid tidak mengizinkan menginap semalam. Dalam kasus seperti itu, Jamaah dapat:

  • Menginap di Masjid terdekat yang mengizinkan akomodasi.
  • Menginap di rumah saudara setempat, asalkan tidak ada perempuan di rumah tersebut.
  • Menyewa rumah atau hotel.
  • Mendirikan tenda (umum dilakukan di daerah terpencil).

#6 Melaksanakan kegiatan harian

Kegiatan harian dalam sebuah Jamaah dapat dikategorikan menjadi empat kegiatan utama:

  • Dakwah (Mengajak orang lain)
    Ini mencakup kunjungan harian dan Gasht (Dakwah umum)
  • Talim Taalum (Mengajar dan Belajar)
    Ini mencakup membaca secara individu (selama waktu Infiradi/individu) atau Talim kolektif harian selama 2,5 jam menggunakan buku-buku yang telah disetujui.
  • Zikir dan Ibadah
    Ini mencakup semua shalat kolektif dan individu, tilawah Al-Qur'an, dan zikir harian. Tahajjud (shalat malam), meskipun opsional, sangat dianjurkan dalam Jamaah.
  • Khidmat (Melayani orang lain)
    Ini melibatkan melayani, memasak, dan membersihkan untuk Jamaah.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian dari 12 Usul, sebuah aturan sederhana tentang perilaku bagi anggota yang berpartisipasi dalam Jamaah.

#7 Kembali dari Jamaah

Setelah menyelesaikan waktu yang dialokasikan, sebuah Jamaah biasanya akan kembali ke Markaz atau Masjid setempat mereka, tergantung pada apa yang telah diputuskan.

Sebelum mereka berangkat pulang, mereka akan menerima Wapsi Bayan (instruksi kembali pulang). Wapsi Bayan ini terutama bertujuan untuk mengingatkan anggota bahwa meskipun mereka kembali pulang, tugas Dakwah mereka tidak berakhir. Mereka dianjurkan untuk melanjutkan 5 Amal (amalan) di rumah.

Barang apa saja yang harus saya bawa dalam Jamaah?

Jamaah yang paling efektif adalah Jamaah yang mandiri, tidak bergantung, dan tidak membebani saudara-saudara setempat di tempat Tashkeel mereka.

Hal ini sangat penting ketika pergi ke tempat-tempat di mana usaha dakwah setempat masih lemah.

Barang Kelompok/Bersama

  • Peralatan memasak
  • Peralatan makan (Piring, panci, sendok sayur, Sufra, dan lain-lain)
  • Transportasi (jika memungkinkan)

Barang Pribadi:

Lihat: Daftar lengkap barang yang harus dibawa dalam Jamaah

Berapa biaya untuk pergi dalam Jamaah?

Pergi dalam Jamaah secara teknis gratis. Satu-satunya pengeluaran adalah perjalanan pribadi dan biaya kelompok kita, terutama makanan. Akomodasi (sebagian besar waktu) gratis karena Jamaah menginap di Masjid sebagai tamu.

Bagaimana jika seseorang tidak memiliki cukup uang untuk pergi dalam Jamaah?

Jika seseorang yang ingin pergi dalam Jamaah tidak memiliki kemampuan finansial untuk bepergian ke luar negeri, sebaiknya ia bergabung dengan Jamaah setempat. InsyaAllah, dengan kesabarannya dan tangisannya karena tidak dapat bepergian, ini akan menjadi sarana Hidayah (Petunjuk) di seluruh dunia.

Anggota Jamaah tidak boleh meminta sumbangan atau sponsor. Ini adalah salah satu aturan dalam Jamaah. Anggota Jamaah juga tidak dianjurkan untuk meminjam uang demi pergi dalam Jamaah.

Pendekatan terbaik adalah meminta kepada Allah SWT. Ada banyak kisah tentang bagaimana Allah SWT secara ajaib menyelesaikan kendala finansial seseorang yang ingin pergi dalam Jamaah.

Bagaimana cara saya bergabung dengan Jamaah?

Untuk bergabung dengan Jamaah, cari tahu di mana Markaz Jamaah Tabligh setempat di daerah Anda.