Sejarah Fazail Amal / Fadhail Amal

Sejarah Fazail Amal atau Fadhail Amal layak untuk ditelusuri karena menunjukkan tingkat keikhlasan dari cara buku ini ditulis. Sifat inilah yang menjelaskan mengapa buku ini telah menjadi sarana petunjuk bagi ribuan orang di seluruh dunia. Buku ini ditulis dalam rentang waktu 35 tahun dan telah diterjemahkan ke dalam 31 bahasa. Yang membuatnya semakin menarik adalah penulisan Fazail Amaal ini sama sekali tidak pernah direncanakan sepenuhnya oleh Maulana Zakariyya (RA). Setiap bagian merupakan buku tersendiri yang ditulis pada waktu yang berbeda-beda atas permintaan dan wasiat dari banyak tokoh legendaris.

Unduh Fazail Amaal di sini

Garis Waktu / Kronologi Peristiwa

April 1930 – Fazail Quran pertama kali ditulis oleh Maulana Zakariyya pada awal Dzulhijjah 1348 H. Saat itu beliau berusia 32 tahun. Buku ini ditulis atas permintaan Shah Yaseen Sahib Nageenwi, yang merupakan Khalifah dari Maulana Rasheed Ahmed Ganghohi. Maulana Zakariyya membutuhkan waktu satu bulan untuk menyelesaikan penulisannya.

Januari 1931 – Fazail Ramadan ditulis atas permintaan paman Maulana Zakariyya, Maulana Ilyaas, pendiri Jamaah Tabligh. Maulana Zakariyya mulai menulis buku ini pada bulan Ramadhan 1349 H dan menyelesaikannya pada tanggal 27 Ramadhan tahun itu juga.

Juni 1931 – Fazail Tabligh ditulis atas permintaan Maulana Ilyaas, pendiri Jamaah Tabligh. Buku ini selesai pada tanggal 5 Safar 1350 H. Buku ini ditulis hanya dalam beberapa hari.

April 1938 – Kisah-kisah Sahabat RA ditulis pada bulan Safar 1357 H dalam sebuah perjalanan menuju Ajrara, di Meerut. Pada saat itu Maulana Zakariyya mengalami lepuhan kulit yang parah. Lepuhan itu pecah dan darah mengalir terus-menerus selama hampir dua jam. Para dokter menasihati beliau agar tidak melakukan kegiatan berat selama beberapa bulan ke depan. Hadhrat Shah Abdul Qaadir Raaipuri telah meminta Maulana Zakariyya selama empat tahun terakhir untuk menulis buku tentang kisah-kisah Sahabat. Maulana Zakariyya menjadikan sakitnya ini sebagai berkah untuk memenuhi permintaan tersebut. Beliau mulai menulis dan menyelesaikannya 7 bulan kemudian, pada tanggal 12 Syawal 1357 H.

Februari 1939 – Fazail Shalat ditulis setahun kemudian atas permintaan Maulana Ilyas. Buku ini selesai pada tanggal 7 Muharram 1358 H.

November 1939 – Fazail Zikir ditulis sekitar 7 bulan kemudian atas permintaan Maulana Ilyaas. Buku ini selesai pada hari Jumat, 26 Syawal 1358 H.

13 Juli 1944 – Maulana Ilyas, pendiri Tabligh, wafat di Masjid Banglawali dan dimakamkan di luar area inti Masjid Banglawali, Markaz Nizamuddin. Maulana Yusuf ditunjuk sebagai Amir Dakwah dan Tabligh yang kedua melalui musyawarah seluruh anggota Dakwah dan Tabligh, yang dipimpin oleh (Faisal) Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri.

Maret 1948 – Fazail Hajj ditulis 9 tahun setelah buku terakhir "Fazail Zikir" ditulis. Buku ini ditulis atas permohonan Maulana Yusuf RA, Amir Tabligh yang kedua. Maulana Zakariyya menulis buku ini saat tinggal di Markaz Nizamuddin. Maulana Yusuf harus tinggal di Nizamuddin selama empat bulan karena Konflik India-Pakistan 1947. Maulana Zakariyya menyebutkan bahwa ribuan surat apresiasi sampai kepadanya berkat buku ini, karena ibadah Haji dan Ziarah mereka menjadi lebih bermakna.

Desember 1948 – Maulana Zakariyya menyelesaikan penulisan Fazail Sadaqat dan Tijarat pada bulan Safar 1368 H. Saat itu beliau berusia 50 tahun. Penulisan buku tentang Fazail Sadaqat merupakan salah satu keinginan Maulana Ilyaas RA, pendiri Tabligh yang wafat 4 tahun sebelumnya, pada tahun 1944.

Januari 1965 – Maulana Zakariyya menulis buku terakhirnya, Fazail Durood, pada bulan Ramadhan 1384 H. Saat itu beliau berusia 67 tahun. Buku ini ditulis atas permintaan Sheikh Yaseen Nageenwi (RA). Sheikh Yaseen wafat 24 tahun sebelumnya, pada tanggal 30 Syawal 1360 H. Sebelum wafat, beliau berwasiat (Waseeyat) agar Maulana Zakariyya menulis buku tersebut.

23 April 1973 – Maulana Zakariyya berpindah ke Madinah Al Munawwarah. Saat itu beliau berusia 75 tahun.

24 Mei 1982 – Maulana Zakariya wafat di Madinah al-Munawarah pada usia 84 tahun. Beliau dimakamkan di 'Jannatul Baqi', pemakaman para Sahabat. Banyak yang menganggap hal ini sebagai tanda bahwa beliau adalah seorang yang berada di atas kebenaran, meskipun ada kritik terhadap karyanya. Maulana Zakariyya menghabiskan seluruh hidupnya untuk berkhidmat kepada Agama, dan Allah SWT memberikan wafat kepadanya dengan cara yang sangat mulia.