12 Usul

12 Usul adalah dua belas aturan yang harus diikuti ketika keluar dalam Jamaah Tabligh (Khuruj di Jalan Allah). Usul-usul ini HANYA berlaku secara khusus ketika keluar dalam Jamaah. Ini adalah aturan sederhana yang biasanya diulas kembali saat Hidayat Bayan. Aturan-aturan ini terbagi menjadi tiga bagian:

  • Empat Hal yang Harus Diperbanyak
    • Dakwah dan Tabligh (Mengajak dan menyampaikan)
    • Talim wa Taalum (Mengajar dan belajar)
    • Zikir Ibadah (Mengingat dan beribadah kepada Allah)
    • Khidmat (Pelayanan)
  • Empat Hal yang Harus Dikurangi
    • Mengurangi waktu makan
    • Mengurangi waktu tidur
    • Mengurangi berbicara/terlibat dalam urusan duniawi
    • Mengurangi waktu yang dihabiskan di luar masjid
  • Empat Hal yang Harus Dihindari
    • Menghindari meminta langsung kepada orang lain
    • Menghindari meminta secara tidak langsung kepada orang lain
    • Menghindari meminjam barang orang lain tanpa izin
    • Menghindari pemborosan

#1 Memperbanyak Dakwah dan Tabligh

Dakwah dan Tabligh adalah mengajak orang lain dan menyampaikan Agama. Ini mencakup:

  • Umumi Gasht sekali sehari
  • Melakukan Ikhtilaat (interaksi) dengan saudara-saudara setempat
  • Memberikan Bayan

Dakwah adalah bagian dari 4 hal yang harus diperbanyak dalam 12 usul. Jika seseorang bertanya apa yang kita lakukan dalam Jamaah, jawabannya sesederhana: Dakwah, Talim, Ibadah, dan Khidmat.

  • Dakwah tidak harus selalu diberikan kepada masyarakat umum. Seseorang bisa memberikan Dakwah kepada saudara-saudaranya sendiri dalam Jamaah.
  • Ketika memberikan Dakwah kepada masyarakat umum, terkadang, karena keadaan yang ada, mungkin tidak perlu memberikan Dakwah secara langsung. Selama seseorang memiliki niat untuk Dakwah, Dakwah secara tidak langsung pun akan tetap memberi dampak.

#2 Memperbanyak Talim dan Taalum

Talim dan Taalum adalah istilah bahasa Arab untuk mengajar dan belajar. Ini adalah bagian dari 4 hal yang harus diperbanyak dalam 12 usul. Jika seseorang bertanya apa yang kita lakukan dalam Jamaah, jawabannya adalah Dakwah, Talim, Ibadah, dan Khidmat. Talim dan Taalum mencakup:

  • Membaca buku-buku yang direkomendasikan
  • Halqa Tajwid
  • Muzakarah (diskusi) tentang 6 poin Tabligh
  • Muzakarah umum (diskusi) tentang topik-topik umum
  • Belajar secara individu (seperti menghafal Doa Masnun)

#3 Memperbanyak Zikir dan Ibadah

Zikir dan Ibadah adalah istilah bahasa Arab untuk mengingat dan beribadah kepada Allah SWT. Ini mencakup

  • Shalat lima waktu secara berjamaah
  • Zikir pagi dan petang
  • Shalat Tahajud (malam)
  • Membaca Al-Qur'an
  • Memperbanyak shalat Nafl (sunnah) pada waktu individu
  • Memperbanyak Doa

#4 Memperbanyak Khidmat

Khidmat adalah melayani orang lain termasuk diri kita sendiri. Ini mencakup:

  • Memasak dan menyajikan makanan
  • Mempersiapkan perjalanan
  • Berbelanja untuk keperluan Jamaah
  • Menjaga kebersihan diri, mencuci pakaian, dan sebagainya

#5 Mengurangi Waktu Makan

Kita tidak harus mengurangi makanan yang kita makan, tetapi mengurangi waktu makan. Sudah biasa bahwa sebagian besar waktu terbuang saat makan karena terlalu banyak mengobrol.

#6 Mengurangi Waktu Tidur

Kita harus berusaha mengurangi waktu tidur kita karena waktu dalam Jamaah adalah waktu emas yang tidak boleh disia-siakan. Ini adalah satu-satunya waktu yang kita dedikasikan sepenuhnya untuk Allah SWT. Jika seseorang terbiasa tidur 8 jam sehari, cobalah untuk tidur 7 jam sehari dan gunakan jam tambahan tersebut untuk ibadah tambahan.

#7 Mengurangi Berbicara/Terlibat dalam Urusan Duniawi

Kita harus mengurangi pembicaraan tentang urusan duniawi kecuali untuk tujuan Ikhtilaat (interaksi) guna mencairkan suasana dengan seseorang sebelum memberikan Dakwah kepadanya. Kita harus mengurangi penggunaan telepon genggam kecuali jika perlu. Bahkan dianjurkan untuk tidak membawa telepon genggam saat keluar dalam Jamaah.

Satu hari BUKAN lagi 24 jam!
Saat ini, kita hanya memiliki 20 jam sehari karena rata-rata, 4 jam dihabiskan untuk telepon genggam.

#8 Mengurangi Waktu yang Dihabiskan di Luar Masjid

Kita harus mengurangi keluar dari Masjid (atau markas) dan terlepas dari Amal selama berada di jalan Allah. Ini mencakup:

  • Pergi berbelanja
  • Berjalan-jalan santai di sekitar lingkungan
  • Pergi bekerja

#9 Menghindari Meminta Langsung kepada Makhluk (atau orang)

Ketika keluar dalam Jamaah, salah satu hal terpenting yang harus dipelajari adalah belajar bagaimana meminta langsung kepada Allah SWT. Hal ini ditekankan sedemikian rupa sehingga salah satu dari 12 Usul adalah menghindari meminta secara langsung kepada Makhluk (ciptaan Allah). Ini mencakup:

  • Meminta barang atau makanan tertentu
  • Meminta jasa atau bantuan
  • Meminta uang

Kita harus meminta langsung kepada Allah. Jika hal itu baik bagi kita, Allah SWT pasti akan mengabulkannya untuk kita.

Jika barang yang kita minta adalah sesuatu yang diperlukan, misalnya obat, transportasi, dan sebagainya, kita harus belajar untuk meminta kepada Allah SWT terlebih dahulu (melalui dua rakaat Shalat atau doa sederhana) dan baru kemudian meminta dari Makhluk.

#10 Menghindari Meminta secara Tidak Langsung kepada Makhluk (atau orang)

Mengacu pada Usul #9, bukan hanya meminta dari Makhluk saja, tetapi ungkapan atau permintaan tidak langsung dengan keinginan di dalam hati pun harus dihindari. Sebagai contoh:

  • Seseorang menginginkan dalam hatinya untuk makan makanan mewah seperti Pizza dan berkata kepada saudara-saudara setempat, 'Wah, alangkah baiknya jika kita punya Pizza'…
  • Seseorang menginginkan agar seorang saudara setempat memberinya tumpangan gratis ke Bandara dan berkata kepadanya, 'Sepertinya ongkos bus ke bandara sangat mahal'.

Memiliki pikiran atau keinginan bukanlah hal yang salah. Yang harus dihindari adalah tindakan lahiriah dari pikiran/keinginan tersebut (baik secara langsung maupun tidak langsung).

Bahkan, memiliki kekhawatiran terhadap pikiran kita adalah tanda Iman.

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلُوهُ إِنَّا نَجِدُ فِي أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ ‏"‏ ‏.‏

_Beberapa orang dari kalangan para Sahabat Nabi (ﷺ) datang kepada beliau dan berkata, "Kami mendapati dalam hati kami pikiran-pikiran yang terlalu berat untuk kami ungkapkan." Beliau bersabda, "Apakah kalian benar-benar mendapatinya?" Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Itulah tanda Iman yang nyata"
_
Sumber: Sahih Muslim 132a

#11 Menghindari Meminjam Barang Tanpa Izin

Ini adalah Usul khusus terutama ketika keluar dalam Jamaah. Ada kesalahpahaman umum di antara saudara-saudara: kebanyakan mengira orang lain tidak keberatan jika barang mereka digunakan tanpa izin. Sebagai contoh:

  • Menggunakan sandal saudara lain untuk ke toilet
  • Menggunakan sabun atau pasta gigi saudara lain yang ditinggalkan di kamar mandi
  • Menggunakan pemotong kuku saudara lain

Adalah keliru untuk menganggap bahwa saudara yang lain tidak akan keberatan. Kita harus meminta izin terlebih dahulu sebelum meminjam.

Kesalahpahaman-kesalahpahaman kecil ini telah menyebabkan gesekan di dalam Jamaah.

#12 Menghindari Pemborosan

Pemborosan harus dihindari dengan segala cara. Sebagai contoh:

  • Membuang-buang makanan.
    • Jangan memasak lebih dari yang diperlukan.
    • Jangan menyajikan di piring lebih dari yang diperlukan.
  • Memboroskan air dan listrik.
  • Membuang-buang waktu.