Daftar Amir Jamaah Tabligh

Berikut ini adalah Daftar Amir Jamaah Tabligh dari tahun 1926 hingga 2023. Sejak 12 Juni 1995, tidak ada lagi Amir, melainkan sebuah Syura. Pada tahun 2014, Maulana Saad memulai kelompoknya sendiri dengan mendeklarasikan dirinya sebagai Amir dan menolak Syura tersebut. Syura tersebut terus beroperasi hingga hari ini.

Lihat Sejarah Lengkap Jamaah Tabligh (1926-2023)

#1 Maulana Ilyas Kandhlawi

Maulana Ilyas Kandhlawi adalah Amir Tabligh pertama ketika ia mendirikan Jamaah pada bulan November 1926. Maulana Ilyas kembali ke India dari Haji dan secara resmi memulai kerja Tabligh pada usia 40 tahun.

Menurut salah satu komentator, gambar di atas bukanlah Maulana Ilyas. Meskipun demikian, gambar tersebut tampaknya sering dikaitkan dengannya dalam pencarian di Google. Sayangnya, kami tidak memiliki cara untuk memverifikasi hal ini.

#2 Maulana Yusuf Kandhlawi

Maulana Yusuf Kandhlawi adalah Amir Tabligh kedua. Ia diangkat pada 13 Juli 1944 setelah Maulana Ilyas wafat di Nizamuddin Markaz. Ia dimakamkan di luar inti Masjid. Maulana Yusuf diangkat sebagai Amir oleh Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri setelah berkonsultasi (melakukan Musyawarah) dengan anggota senior Tabligh lainnya. Maulana Zakariyya secara seremonial memasangkan sorban Maulana Ilyas di kepala Maulana Yusuf. Maulana Zakariya bersama Maulana Ilyas kemudian menyerahkan sebuah catatan kepada Maulana Yusuf yang bertuliskan: "Saya memberikan wewenang kepada Anda untuk menerima Bai'ah (janji setia) dari orang-orang."

#3 Maulana Inaamul Hasan – November

Maulana Inaamul Hasan adalah Amir Tabligh ketiga. Ia diangkat pada 12 April 1965 setelah sebuah Musyawarah yang dilaksanakan oleh Maulana Zakariyya. Dari Musyawarah tersebut diputuskan bahwa Maulana Inaamul Hasan akan diangkat sebagai Amir ketiga. Hasil Musyawarah tersebut diumumkan oleh Maulana Fakhruddin Deobandi, setelah Bayan (Ceramah) Maulana Umar Palanpuri.

#4 Syura Alami

Syura Alami adalah otoritas keempat Jamaah Tabligh. Tidak ada Amir yang diangkat setelah wafatnya Maulana Inaamul Hasan. Hal ini terjadi setelah sebuah pertemuan (Musyawarah) yang dilaksanakan pada bulan Juni 1995, di mana Syura Maulana Inaamul Hasan berkumpul di Markaz Nizamuddin. Dari Musyawarah tersebut, mereka memutuskan bahwa:

  • Mulai saat itu, tanggung jawab untuk mengurus pekerjaan ini tidak lagi berada di bawah satu individu, melainkan seluruh Syura
  • Mereka yang tergabung dalam Syura yang berasal dari Nizamuddin adalah anggota Syura untuk Nizamuddin dan bersama-sama akan mengurus pekerjaan di sana. Dari kelima Syura ini, tiga akan bertugas sebagai Faisal (Maulana Izhar, Maulana Zubayr, dan Maulana Saad).
  • Tidak akan ada lagi Bai'ah (Sumpah setia) di Markaz Nizamuddin.

Sumber 1: Ahwal wa Atsar, Halaman 421

Sumber 2: Surat Maulana Yaqub

Sumber 3: Pernyataan Haji Abdul Wahab

Daftar Amir Jamaah Tabligh setelah 2014?

Jamaah Tabligh mengalami perselisihan pada tahun 2014 menyusul ketidaksepakatan dengan Maulana Saad yang melanggar kesepakatan tahun 1995 dan mendeklarasikan dirinya sebagai Amir. Untuk detail lebih lanjut lihat di bawah "3 Alasan Mengapa Jamaah Tabligh Terpecah"

3 Alasan Mengapa Jamaah Tabligh Terpecah