Maulana Tariq Jamil tentang Maulana Saad

Maulana Tariq Jamil adalah salah satu Ulama Muslim paling terkenal di dunia karena banyaknya pengikut yang ia miliki di media sosial. Ia sebelumnya aktif bersama Jamaah Tabligh dan masih sesekali mengasosiasikan dirinya dengan gerakan tersebut. Ia menekankan persatuan dalam kerja melalui Syura dan mengecam penolakan Maulana Saad untuk bekerja secara kolektif.

Catatan: Ini bukan bentuk dukungan kami terhadap Maulana Tariq Jameel. Kami mengakui kontroversi dan pernyataan berbahaya yang pernah ia sampaikan. Lihat artikel kami tentangnya.

Berikut adalah kutipan dari ceramahnya yang telah diterjemahkan. Audio ini dirilis pada tahun 2018 dan dapat ditemukan di Youtube (Link1, Link2, Link3).

Ceramah dalam Bahasa Urdu (Audio):

Terjemahan:

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul-Nya yang mulia beserta keluarga dan para sahabatnya.

Salam. Banyak pertanyaan yang datang dari berbagai tempat. Rekan-rekan bertanya apakah sebuah dewan (Syura) telah dibentuk dalam Ijtima Raiwind atau belum. Banyak pertanyaan muncul mengenai hal ini. Juga terdengar dari beberapa tempat bahwa tidak ada Syura yang dibentuk, dan tidak ada jenis Syura apa pun yang didirikan. Saya ingin menjelaskan sedikit tentang hal ini karena saya terlibat dalam semua peristiwa ini dari awal hingga akhir.

Selama waktu yang lama, orang-orang Nizamuddin telah meminta Haji Sahab untuk membentuk Syura, serupa dengan yang telah didirikan oleh Hazrat Ji (semoga Allah merahmatinya), yang awalnya memiliki sepuluh anggota yang lambat laun wafat. Ada permintaan berulang dari orang-orang Nizamuddin untuk melengkapi dewan ini, karena persatuan dan keberkahan Allah terletak pada keputusan kolektif dan musyawarah bersama (Syura).

Karena itu, selama Ijtima Raiwind, orang-orang Nizamuddin kembali meminta Haji Sahab untuk melengkapinya karena kerja yang dilakukan oleh seseorang secara individu berbeda dari kerja yang dilakukan secara kolektif dengan tanggung jawab bersama. Akibatnya, Haji Sahab, yang merupakan aset yang sangat berharga bagi kita, sebagai satu-satunya orang di dunia yang pernah bersama Maulana Ilyas Sahib, Maulana Yusuf Sahib (semoga Allah merahmati mereka), dan Maulana Inam Sahib, pun didekati.

Haji Sahab, dengan pemahaman dan kebijaksanaan yang mendalam tentang dakwah (Dakwah), kemudian membentuk sebuah dewan setelah jamaah pertama di Raiwind pada hari Senin, di mana pentingnya persatuan dan Syura dibahas, dan beberapa nama diusulkan. Maulana Muhammad Ahmed Sahib didorong untuk memulai diskusi, yang kemudian memicu perdebatan yang panas dan ramai, dan pertemuan itu berakhir tanpa hasil.

Selanjutnya, para Elders Nizamuddin dan Raiwind berkumpul, menyiapkan sebuah usulan tertulis dengan beberapa nama yang diajukan, dan menyampaikannya kepada Haji Sahab, yang menyetujuinya dan menandatanganinya dengan tangannya sendiri. Usulan ini kemudian disampaikan kepada Maulana Saad, yang menolaknya, dengan menyatakan bahwa ia tidak merasa puas dengan usulan tersebut. Meski telah dibicarakan dengannya dua atau tiga kali, termasuk sekali ketika saya hadir, ia tetap dengan tegas menolaknya.

Persoalan ini kemudian disampaikan kepada Haaji Sahib, yang memanggil semua orang, meminta dokumen tersebut ditandatangani oleh para anggota Syura Pakistan juga, dan salinannya dikirimkan ke berbagai wilayah. Dengan demikian, Syura ini terbentuk. Tadi malam, saya juga bersama Haji Sahab di Raiwind, di mana ia menegaskan kembali bahwa ia telah membentuk Syura, dan itu adalah Syura yang sama yang awalnya dibentuk oleh Maulana Inam Sahib (semoga Allah merahmatinya), yang kini telah dilengkapi karena banyak anggotanya telah wafat.

Penting bagi seluruh rekan untuk bersatu dan bekerja sama, karena keberkahan dan rahmat Allah SWT terletak pada persatuan, bukan pada sikap individualistis. Semua peristiwa ini terjadi di depan mata saya, dan saya turut hadir dalam hampir setiap pertemuan, yang berlangsung selama berjam-jam, di mana banyak masalah akibat ketiadaan dewan ini dibahas. Ketiadaan Syura menyebabkan perpecahan besar di seluruh dunia, membagi orang-orang menjadi dua kelompok.

Untuk mengatasi perpecahan dan perselisihan ini, Allah SWT mengilhami Haaji Sahib untuk membentuk Syura ini. Karena saya turut hadir dalam semua pertemuan ini, tidak tepat untuk mengatakan bahwa Syura semacam ini tidak dibentuk. Saya meminta seluruh rekan di seluruh dunia untuk bersatu di bawah sistem kolektif ini, menekan sikap individualistis mereka, dan tetap berada dalam sistem yang bersatu ini. Tangan Allah SWT bersama jamaah, dan Dia telah memberikan kita sistem yang indah. Semoga Allah memberi kita semua kemampuan untuk bersatu di bawahnya.

Seseorang berdiri kokoh dengan keterikatannya pada umat; sendirian, ia tidak berarti apa-apa. Sebuah ombak berarti di lautan tetapi tidak berarti di luar itu, hanya beberapa tetes air. Jadi, semoga Allah memberi kita kemampuan untuk bersatu dan bekerja sama.

Saya hanya ingin menjelaskan sedikit bahwa, dengan karunia Allah, Syura ini telah dilengkapi, dengan dua anggota yang sudah ada, Maulana Saad dan Haji Sahib, yang diperkuat dengan menambahkan anggota lain dari Nizamuddin, Kakrail, dan Pakistan. Sekarang, seluruh dunia harus bersatu dan bekerja dengan Syura ini. Semoga Allah memberi kita semua kemampuan untuk bersatu di bawah sistem ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada kalian semua.