Klarifikasi Darul Ulum Deoband atas Ruju' Maulana Saad 2018

31 Januari 2018

Ada permintaan berulang dari dalam India maupun luar negeri agar Darul Ulum Deoband menyampaikan pandangannya mengenai _Ruj_u' (pencabutan) Maulana Muhammad Saad atas komentarnya tentang Nabi Musa (semoga kedamaian tercurah kepadanya).

Dengan ini dijelaskan bahwa sejauh menyangkut Ruju' Maulana Muhammad Saad dari isu khusus ini (tentang Nabi Musa), hal tersebut sedikit banyak memuaskan. Namun, keprihatinan mengenai kesesatan intelektual yang tercermin dalam sikap Darul Ulum tidak dapat diabaikan. Bahkan setelah banyak upaya terkait Ruju', kami mendapati bahwa orang yang bersangkutan masih terus membuat pernyataan-pernyataan kontroversial baru. Ijtihad ala dirinya sendiri, argumen-argumen yang keliru, serta penafsiran yang tidak tepat atas teks-teks syariah mengenai pemikirannya yang khusus tentang Dakwah, tetap menonjol. Karena itu, bukan hanya para pengabdi Darul Ulum, tetapi juga seluruh ulama Haqq (ulama yang lurus) menentang keras ideologinya.

Mereka yang kembali menghubungi kami mengenai hal ini sekali lagi diingatkan bahwa Darul Ulum Deoband telah menjaga jarak dari perselisihan internal Jamaah Tabligh dan sejak awal telah menyatakan sikap netralnya dengan jelas. Namun, setiap kali orang-orang mendatangi Darul Ulum untuk meminta pandangannya tentang ideologi dan pemikiran yang keliru, Darul Ulum senantiasa berupaya membimbing umat karena memandangnya sebagai kewajiban agama.

Tanda tangan (Maulana Mufti) Abul Qasim Nomani, (Maulana Mufti) Sayeed Ahmad Palanpuri, (Maulana Syed) Arshad Madani. Tanggal 13/05/1439 H / 31/01/2018