Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mewakili warisan sejati Nubuwwah dan merupakan mayoritas Umat Muslim sejak kedatangan Islam. Kami berkomitmen untuk menegakkan pemahaman yang benar tentang komponen-komponen mendasar Agama: Aqeedah, Qur'an, Hadis, Fiqh, dan Tasawwuf sesuai dengan Ijma (kesepakatan) Umat. Setiap kompromi dari jalan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah membawa kepada penyimpangan dalam Agama.
Mengingat tantangan yang saat ini dihadapi terhadap warisan ini, termasuk munculnya bentuk-bentuk baru Fitnah, kami menegaskan kembali prinsip-prinsip yang dipegang oleh Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dalam hal-hal berikut ini:
- Kami yakin sepenuhnya bahwa Allah Ta'ala memiliki kendali penuh atas
segala sesuatu. - Kami yakin sepenuhnya bahwa Para Ambiyaa 'Alayhimus Salaam adalah
makhluk Allah Ta'aala yang paling mulia, secara khusus
dipilih untuk membimbing umat manusia, dan dilindungi oleh
Allah Ta'aala. Mereka adalah ma'soom (terbebas dari kesalahan). - Mengenai Para Sahaabah yang Mulia Radhiyallaahu 'Anhum,
kami meyakini bahwa mereka dipilih secara khusus oleh Allah Ta'ala
untuk mendukung Nabi tercinta-Nya Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam
dan untuk menjaga serta menyampaikan warisan beliau dalam bentuknya yang murni kepada
generasi mendatang. Setiap Sahabi adalah perwujudan
kebenaran dan integritas dalam karakter dan Agama. - Kami senantiasa memuliakan Para Ambiyaa 'Alayhimus Salaam dan
Sahaabah Radhiyallaahu 'Anhum setiap saat. Kami hanya
menyebut mereka dengan kekaguman yang mendalam dan tanpa syarat
memuliakan mereka. - Kami memandang Ulama-e-Haq dari Umat ini sebagai
penjaga Agama, yang dengan tekun menjaga Agama
Allah Ta'ala dari kebatilan dan penyimpangan. - Dalam menjalankan tugas suci ini, kami menganggap sebagai suatu kehormatan untuk membela Ambiyaa, Sahaabah, dan 'Ulama dari siapa pun atau kelompok mana pun yang mencemarkan mereka dengan cara apa pun.
Setelah penelitian yang mendalam, banyak pertimbangan, dan pengkajian terhadap sekitar 50 Fataawa mengenai masalah ini, kami terpaksa menyatakan bahwa Maulana Saad Kandhelwi, melalui berbagai pernyataannya selama 23 tahun terakhir, telah menyimpang dari prinsip-prinsip mendasar Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
Pernyataan-pernyataannya mengenai Ambiyaa, Sahaabah, dan Ulama yang saleh mencerminkan pola pikir yang merasa nyaman mengkritik pribadi-pribadi agung ini. Umat, secara umum, telah menjaga kehormatan mereka dengan hanya menyebut mereka dengan rasa hormat dan kasih sayang yang setinggi-tingginya.
Arah pernyataan-pernyataan Ml Saad yang tidak pantas membuka jalan bagi masyarakat umum untuk secara bebas menyampaikan pendapat yang keliru tentang Ambiyaa, Sahaabah, dan Ulama. Ml Saad telah menyimpang dari jalan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah serta dari jalan para Elders dan senior yang terhormat dalam upaya mulia Dakwah dan Tabligh; oleh karena itu, siapa pun yang mengikuti nilai-nilainya berisiko merusak Aqeedahnya dan membahayakan Imannya.
Deklarasi ini didukung oleh bukti yang cukup yang menyoroti fikr (pola pikir), keyakinan, dan praktik Ml Saad yang telah menyimpang dari pemahaman Islam yang mapan. Penyimpangan semacam ini berpotensi menyesatkan Umat dari jalan Islam yang benar dan merusak warisan Nubuwwah.
Pada akhir Fataawa yang dikeluarkan terhadapnya, Darul Ulum Deoband menyatakan kekhawatirannya bahwa Ml Saad dan para pendukungnya dapat berubah menjadi golongan sesat (Firqah-Dhaallah).
Siapa pun yang mendukung, bergabung, atau mempromosikan dirinya dan kelompoknya secara tidak sadar turut bertanggung jawab dalam kompromi terhadap Agama. Tuntutan Ghayrat Iman kami (kesetiaan kepada Agama kami) adalah agar kami tidak berhubungan dengan mereka.
23 Rabiul Awwal 1446 / 27 September 2024
Para Penandatangan
- Mufti Ebrähim Salejee Sähib (Kepala Madrasah Ta'limuddin, Isipingo Beach)
- Moulana 'Abdul Hamid Ishãq Sahib (Kepala Darul 'Ulüm Azaadville)
- Moulana Shabir Saloojee Sähib (Kepala Darul 'Ulüm Zakariyya)
- Mufti Radha ul Haq Saheb (Mufti dan Ustadz Senior Darul 'Ulüm Zakariyya)
- Mufti Muhammad Saeed Motara Sähib (Ustadz Senior dan Mufti Dãrul 'Ulüm
Azaadville) - Moulana Moosa Patel Sähib (Ustadz Senior Dãrul 'Ulüm Azaadville)
- Moulana 'Abdur Rahim Sheikh Sähib (Ustadz Senior Dãrul 'Ulum Azaadville)
- Mufti Muhammed Ali Bhopali Sähib (Ustadz Senior Darul 'Ulüm Zakariyya)
- Moulana Hasan Dockrat Saheb (Kepala – Darul Ulum Madrasah Saadiqeen –
Robertsham) - Moulana Muhammed Gardi Sähib (Alim Senior – White River)
- Moulana Muhammed Jeena Sähib (Alim Senior – Kimberley)
- Mufti 'Abdul Khaliq Bhoola Sähib (Alim Senior Johannesburg)
- Mufti Ebrahim Salejee Saheb (Älim Senior Estcourt, KZN)
- Mufti Hashim Boda Saheb (Älim Senior De Deur)
- Moulana Aadil Johar Saheb (Aalim Senior Cape Town)
- Moulana Iqbal Hasan Saheb (Aalim Senior Cape Town)
- Imaam Abdul Hakeem Raban Saheb (Aalim Senior Cape Town)
- Moulana Abdul Haq Makada Saheb (Aalim Senior Durban)
- Moulana Muhammad Saadiq Janjiker Saheb (Cape Town)
- Moulana Shamiel Ras Saheb (Cape Town)
- Moulana Nazeem Moosagie Saheb (Port Elizabeth)
- Moulana Rashid Ramlin Saheb (Port Elizabeth)
- Moulana Nadeem Khan Saheb (Uitenhage)
Setiap Aalim yang ingin menjadi bagian dari inisiatif untuk menjaga Ismat para Ambiya Alayhimus Salaam, kehormatan Sahabah Radhiyallaahu-anhum, dan kemurnian Agama kita, serta ingin menawarkan bantuan bagi upaya menepis kebatilan, dapat melakukannya dengan menambahkan namanya ke dokumen ini. Insya Allah, ini akan menjadi bukti yang menguntungkan kita. (Khusus Ulama). Klik tautan berikut: https://forms.gle/RRYRLDBPUKLM6LqQ7

