Kisah-kisah berikut ini sering disampaikan dalam ceramah/bayan. Kisah-kisah tersebut sebaiknya dihindari karena tidak berdasar dan hanya karangan belaka.
Dari Salama bin Al-Aqwa, yang berkata: Aku mendengar Nabi (SAW) bersabda, "Barang siapa yang (dengan sengaja) menyandarkan sesuatu kepadaku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka."
Sumber: Shahih Bukhari Hadis 109
-
Tangisan Nabi di Pemakaman Seorang Yahudi
Sebuah kisah yang tersebar luas namun keliru menyatakan bahwa Nabi Muhammad (semoga salawat dan salam tercurah kepadanya) menangis ketika melihat pemakaman seorang Yahudi. Kisah tersebut menyebutkan bahwa beliau menangis karena salah seorang pengikutnya masuk neraka tanpa memeluk Islam. Kisah ini tidak memiliki dasar sama sekali.Versi yang Benar
Versi Hadis yang benar terdapat dalam Bukhari:1312"Sahl bin Hunaif dan Qais bin Sa'd sedang duduk di kota Al-Qadisiyah. Sebuah iring-iringan jenazah lewat di depan mereka dan mereka pun berdiri. Dikatakan kepada mereka bahwa iring-iringan jenazah itu adalah jenazah salah satu penduduk negeri itu, yaitu seorang non-Muslim, yang berada dalam perlindungan kaum Muslimin. Mereka berkata, "Sebuah iring-iringan jenazah lewat di depan Nabi (ﷺ) dan beliau berdiri. Ketika diberitahu bahwa itu adalah peti jenazah seorang Yahudi, beliau bersabda, "Bukankah itu adalah makhluk hidup (jiwa)?"
Dalam versi yang benar ini, tidak disebutkan bahwa Nabi menangis. Ibnu Hajar al-Asqalani, dalam karyanya "Fath al-Bari," mencatat bahwa respons Nabi menunjukkan bahwa semua manusia memiliki martabat alami. Tindakan berdiri tersebut adalah untuk menghormati kehidupan manusia.
-
Tamu Tengah Malam Abu Jahal
Sebuah kisah menceritakan Nabi mengetuk pintu rumah Abu Jahal pada malam badai, dengan harapan mengajaknya masuk Islam. Kisah tersebut berakhir dengan Abu Jahal menutup pintu dengan marah setelah menyadari siapa tamunya. Kisah ini tidak memiliki bukti. -
Dakwah pada Malam Badai
Dalam sebuah kisah, seorang sahabat melihat seseorang berjalan pada malam badai. Ketika ia mendekat, ia melihat bahwa itu adalah Nabi (semoga salawat dan salam tercurah kepadanya). Sahabat itu bertanya, "Wahai Rasulullah, dari mana Anda datang pada malam seperti ini?" Nabi (semoga salawat dan salam tercurah kepadanya) menjawab, "Sebuah kafilah telah berhenti di sisi lain gunung ini dan akan berangkat sebelum fajar. Aku khawatir mereka tidak mendengar pesan Kalimah, maka aku pergi untuk menyampaikan Islam kepada mereka." Kisah ini tidak ditemukan dalam kitab hadis mana pun. Para ulama tepercaya menyebutnya 'palsu'.Versi yang Benar
Banyak Hadis sahih menunjukkan bahwa Nabi SAW memang mengunjungi kafilah-kafilah suku sebagaimana tercatat dalam Sirah Ibnu Hisyam (Sumber). -
Busana Sederhana Para Malaikat
Kisah ini mengklaim bahwa Malaikat Jibril muncul dengan mengenakan kain kasar. Malaikat itu menjelaskan bahwa semua malaikat telah mengadopsi busana ini untuk meniru kerendahan hati Abu Bakar yang ditunjukkan dalam pengorbanannya saat ekspedisi Tabuk. Delapan ulama hadis dengan jelas telah menyatakan kisah ini sebagai 'palsu'.Versi yang Benar
Sebuah hadis sahih memang membuktikan bahwa Abu Bakar RA memberikan seluruh hartanya untuk ekspedisi Tabuk:"Aku mendengar 'Umar bin Al-Khattab berkata: 'Kami diperintahkan oleh Rasulullah (ﷺ) untuk bersedekah, dan itu bertepatan dengan waktu ketika aku memiliki sejumlah harta, maka aku berkata, "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar, jika memang aku pernah mengalahkannya."' Maka aku datang dengan separuh hartaku, dan Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?" Aku menjawab: "Sebanyak itu juga." Dan Abu Bakar datang dengan seluruh hartanya, maka beliau bersabda: "Wahai Abu Bakar! Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?" Ia menjawab: "Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya bagi mereka." Aku berkata: '[Demi Allah] aku tidak akan pernah bisa mengalahkannya dalam hal apa pun.'"
Sumber: Jami' at-Tirmidzi 3675
-
Pengorbanan Sakratul Maut Nabi
Sebuah kisah karangan menggambarkan Nabi menawarkan diri untuk menanggung seluruh rasa sakit kematian para pengikutnya. Beliau meminta Malaikat Maut untuk memindahkan penderitaan umatnya kepada dirinya sendiri. Tidak ada sumber tepercaya yang mendukung kisah ini. -
Jibril Bertanya Apakah Allah Lebih Mencintai Nabi atau Agama-Nya
Dalam kisah ini, Jibril AS bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Anda lebih dicintai Allah ataukah Al-Qur'an-Nya?" Nabi (SAW) menjawab, "Aku lebih dicintai karena Allah menurunkan Al-Qur'an-Nya kepadaku." Kemudian ia bertanya lagi, "Apakah Anda yang lebih dicintai ataukah aku?" Nabi (SAW) menjawab, "Aku lebih dicintai karena engkau diutus kepadaku." Kemudian ia bertanya lagi, "Apakah Anda yang lebih dicintai ataukah agama Allah lebih dicintai oleh-Nya?" Nabi menjawab, "Agama Allah lebih dicintai oleh-Nya karena aku diutus untuk agama itu." Kisah ini tidak ditemukan dalam kitab hadis tepercaya mana pun. Para ulama telah menyatakannya 'palsu'. -
Kincir Tepung yang Ajaib
Sebuah kisah menceritakan seorang sahabat yang kelaparan pulang ke rumah dan mendapati keluarganya kesulitan. Karena berpikir doanya mungkin belum cukup, ia kembali ke masjid untuk berdoa beberapa kali. Ketika akhirnya ia pulang, ia menemukan sebuah keajaiban: kincir tepung itu bekerja dengan sendirinya, menghasilkan tepung tanpa ada yang membantu. Keluarganya mengisi semua wadah mereka dengan tepung ajaib ini. Kisah tersebut mengklaim bahwa ketika Nabi Muhammad mendengar tentang hal ini, beliau bersabda bahwa kincir itu akan terus menghasilkan tepung sampai Hari Kiamat seandainya mereka tidak menghentikannya. Kisah ini diriwayatkan secara tidak tepat.Versi yang Benar
Versi yang Benar (dari Musnad Ahmad): Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seorang pria pergi menemui keluarganya, dan melihat kebutuhan mereka, ia pergi ke arah padang pasir. Ketika istrinya melihat hal ini, ia pergi ke kincir dan memperbaikinya, kemudian pergi ke tungku dan menyalakannya. Lalu ia berdoa (memanjatkan Du'a), "Ya Allah, berilah kami makanan." Ketika ia melihat wadah tepung, ternyata sudah penuh, dan ketika ia pergi ke tungku, ternyata itu juga penuh. Ketika sang suami kembali dan bertanya apakah ada makanan yang datang, sang istri berkata, "Ya, dari Tuhan kita." Sang suami pergi ke kincir dan menyaksikan keajaiban ini. Ketika hal ini disampaikan kepada Nabi (semoga salawat dan salam tercurah kepadanya), beliau bersabda, "Seandainya ia tidak mengangkat bagian-bagian kincir itu, kincir itu akan terus berjalan hingga Hari Kiamat."Perbedaan utama antara kedua versi ini adalah bahwa dalam kisah yang benar, sang istri mengambil langkah-langkah praktis dan memanjatkan Du'a. Kisah yang palsu hanya berfokus pada doa yang berulang-ulang dan keajaiban yang tiba-tiba.
Sumber: hadithanswers.com, hadithanswer.com
Sumber: Mufti Zahid Isa Qasmi

